|
| |
 |
|
Menggunakan Pages untuk menuju Label
Postingan ini saya buat karena satu alasan: Sudah tiga hari ini semua yang bertanya tentang blog sepertinya bingung mengenai hal ini.
Bagaimana menambah postingan pada pages?
Jawabannya tidak bisa, sebab pages adalah tipe halaman web statis, sedangkan halaman posting biasa dinamis(maksudnya bisa bertambah isinya dari posting yang kita publish), nah jadi apakah tidak ada cara membuatnya jadi menuju ke label tiap postingan?
Contoh mengklik tab page 'Tugas' menampilkan semua yang berlabel tugas?
ada.
Yang dibutuhkan cuma kesabaran dan ketelitian. Ikuti posting ini untuk mempelajarinya
Pages sebenarnya baru diimplementasikan ke blogger, jadi sebelumnya kita bisa membuat ini melalui CSS. Saya sudah lupa nama website tempat saya belajar membuat ini, tapi mungkin nanti akan saya upload data CSS untuk membuat label manual(atau hubungi saya kalau memang butuh jalur rumit)
Untuk pemula kode HTML, bisa dicoba 2 cara:
1.Menggunakan Blogger in Draft
Blogger in Draft sebenarnya fitur untuk mencoba beta version dari Blogger. Klik di sini untuk mengakses Blogger in Draft. Login sesuai account blogger masing masing.
Pada sidebar klik pages>webpages>masukkan nama page dan URL label (klik kanan label dan pilih copy link location, lalu paste di sini)>save. Logout dan kembali ke Blogger normal, tes apakah pages sudah berjalan.
2.Mengubah kode HTML
Jangan berpikiran buruk dulu. Kode HTML tidak sesulit itu. pertama, dapatkan URL label. Biasanya formatnya alamatblogmu/search/label/namalabel jadi contohnya alamat blogmu http://www.hijauplh.blogspot.com dan nama labelnya karya nyata, URLnya http://www.hijauplh.blogspot.com/search/label/karya nyata
Buat page baru benama Karya Nyata
Klik Templates>Edit HTML>carilah kode seperti ini(nomor hanya untuk memudahkan. Pada halaman yang kamu lihat tidak akan ada nomor.Perhatikan dan tambahkan bagian yang ditandai tepat seperti pada contoh(dibawah kode loop)>save.
Jika ada masalah silahkan tinggakan komentar.
01 | <b:widget id='PageList1' locked='false' title='Pages' type='PageList'> |
02 | <b:includable id='main'> |
03 | <b:if cond='data:title'><h2><data:title/></h2></b:if> |
04 | <div class='widget-content'> |
06 | <b:loop values='data:links' var='link'> |
07 | <b:if cond='data:link.isCurrentPage'> |
08 | <li class='selected'><a expr:href='data:link.href'><data:link.title/></a></li> |
10 | <li><a expr:href='data:link.href'><data:link.title/></a></li> |
13 | <li><a href="URL Label">Nama label</a></li> |
15 | <b:include name='quickedit'/> |
Label: blog
Read More...
20.54
posted by Lisa Santika Onggrid
|
When I Close My Eyes
When i close my eyes
I am thrown into remembrance
When nature where i stepped on, standing below, and surrounded by were dignified rulers of the land
On the throne of majesty, commanding harmony
Horde of spring birds sang the hymn of faith
When i open my eyes
I am thrown into reality
Where destruction scars even the slightest green
Label: karya nyata
Read More...
20.10
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Mother Ocean's Lullaby
I am the one who cradle the world
Who unite the nations and sunder them
Voyages they commenced to unveil my might
Which hidden in the depth of sapphire gleam
I provide existences to every corner of the globe
As a guardian,
I wept for the loss
I unleashed my wrath to the deserved
and let myself be condemned by the rest
I lay low
Cal
Confined rage
Once the tie is severed
All loose ends would be devoured
into the void darkness they belongLabel: karya nyata
Read More...
20.09
posted by Lisa Santika Onggrid
|
The Lone Tree
A lone tree in the forest
sulking
Rustling its branch
A lone tree in the forest
wept for its fallen comrades
Longing
A lone tree in the forest
in proudest stature
gave away the dignity of its clan
and witherLabel: karya nyata
Read More...
20.09
posted by Lisa Santika Onggrid
|
River's Tale
I was once
Flowing over thousand streams and falls
in grandeur of sky's herald
Garden of soul
now
Stained purity
Forgotten clarity
Venom that dwells within me
had reap uncountable lives i once nurtured
I laid death in front of your door
As you worth itLabel: karya nyata
Read More...
20.04
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Celestial Burial
In a dusty twilight
I heard a faint lullaby, a piercing melody of requiem
I gather the will of the sky
Fluttering in the wind
Sorrow of Mother Nature
I chase after the looming cloud
Floating gloom
Grief of the Watcher
They are dying, The World
Agony and pain we've caused
Sin rekindled in arrogance
Blowing the flaming candle
Fire to cinder
////
Herein lies EarthLabel: karya nyata
Read More...
19.58
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Chain of Karma
Faint footsteps
Approaching sleeping forest
One or two
lives chopped down
One or two
steps nearer to the depth of abyss
Viridescent, a word no more
than an entry of history
The silent God,coins of Might
rule the world of mindless underlings
Sun, flaring red
Embraced sinful earthlings in delicate cradle
Oh, those foolish creatures!
Asking sky to bow down before them!
Reaper of soul
The blamed ones
Hoarse voice trembled in fear
A little too late a timeLabel: karya nyata
Read More...
19.57
posted by Lisa Santika Onggrid
|
World in Their Eyes
Rain
Gives blessing to the earth
Wind
Sowing lives on earth
Light
Bestowing heavenly divinity of earth
Darkness
Cradles the earth into good night's sleep
Water
Bestrew drops of soul on earth
Men
Sinful being, destroyer of earthLabel: karya nyata
Read More...
19.54
posted by Lisa Santika Onggrid
|
I wish
I wish
Of world without fear
Of world withput heartless massacre
Of world where our kins could be safe
Of world where our children lives to the fullest
A wonder
I wish
Of world where water is abundant and food is plentiful
Of world where the sky is clear blue, and ocean is glistening sapphire
Of world where fragrance of flowers and fresh grasses are on the air
Of world where weather is warm enough to lie down and cool enough to run under the sun
Of earth, like it used to be
Of lifeLabel: karya nyata
Read More...
19.54
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Kehancuran
Daun daun muda berkilauan bermandi cahaya mentari
Butir butir embun membelai lembut
Mamantulkan dunia dalam kotak kaca
Kepak sayap kupu kupu membangunkan kuncup kuncup
Menyapa bumi dengan pagi
Tunas dan kuncup
Pohon dan bunga
Lingkaran alam, sempurna dalam ciptaan
Takkan putus melingkari hidup
Satu persatu
Hidup dirampas
Yang berasal dari alam, direnggut dunia
Helai helai hijau membeli kehidupan
Rantai kehidupan tergantikan
oleh jalan menuju kehancuranLabel: karya nyata
Read More...
19.53
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Green Future
Gone had days of memories,where prairie and virescent hill shone at its glory
Realm of natural Entity, a paradise under the sky
Never had the earth shed such tears
Fallen graces, decaying world, rotten roots, withered lands
Unto better future we walk forward
Threads of awareness we try to spin
Unleash the beauty of humanity
Reborn the land by our hands
Environmental awareness be our guidanceLabel: karya nyata
Read More...
19.51
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Perokok di Indonesia
Negara-negara dengan konsumsi
tembakau tertinggi:
2002
Cina 1,697,291
Amerika 463,504
Rusia. 375,000
Jepang 299,085
Indonesia 178,300
Jerman 148,400
Turki 116,000
Brasilia 108,200
Itali 102,357
Spanyol 94,307
Indonesia mengalami peningkatan tajam konsumsi tembakau dalam 30 tahun terakhir: dari 33 milyar batang
per tahun di tahun 1970 ke 217 milyar batang di tahun 2000. Antara tahun 1970 dan 1980,konsumsi meningkat sebesar 159 %. Faktor-faktor yang ikut berperan adalah iklim ekonomi yang positif dan mekanisasi produksi rokok di tahun 1974. Antara tahun 1990 dan 2000, peningkatan lebih jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi tembakau – walaupun terjadi krisis ekonomi. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia dalam sensus 2010 adalah 237,6 juta jiwa
 Terlihat bahwa perbandingan perokok pria dan wanita mencapai rasio 19:1
.
Prevalensi Merokok
Hampir satu dari tiga orang dewasa merokok. Prevalensi merokok di kalangan orang dewasa
meningkat ke 31,5% pada tahun 2001 dari 26,9 % pada tahun 1995 Lebih dari 6 dari 10 pria merokok, namun sedikit wanita yang merokok. Pada tahun 2001,62,2% dari pria dewasa merokok,dibandingkan dengan 53,4 % pada tahun 1995. Hanya 1,3% wanita dilaporkan merokok secara teraturpada tahun 2001. Lebih banyak pria di pedesaan yang merokok. Prevalensi merokok di kalangan pria dewasa di pedesaan adalah 67,0 % dibandingkan dengan 58,3 % di perkotaan. 73% pria tanpa pendidikan formal merokok.
Lebih dari 7 dari 10 (73%) pria tanpa pendidikan formal merokok, dibandingkan dengan 44,2% pada mereka yang tamat SLTA.
Pria berpenghasilan rendah:
prevalensi lebih tinggi namun konsumsi lebih rendah. Makin rendah penghasilan, makin tinggi prevalensi
merokoknya.
Umur Mulai Merokok
Sebagian besar (68,8%) perokok mulai merokok sebelum umur 19 tahun, saat masih anak-anak atau remaja.
Rata-rata umur mulai merokok yang semula 18,8 tahun pada tahun 1995 menurun ke 18,4 tahun pada tahun 2001. Prevalensi pria perokok meningkat cepat setelah umur 10 sampai 14 tahun. Prevalensi merokok pada pria meningkat cepat seiring dengan bertambahnya umur: dari 0,7% (10-14 tahun), ke 24,2 % (15-19 tahun),
melonjak ke 60,1 % (20-24 tahun). Remaja pria umur 15-19 tahun mengalami peningkatan konsumsi sebesar 65% antara 1995 dan 2001 – lebih tinggi dari kelompok lain manapun.
"Sesuai data Indonesia Tobacco Control Network (ITCN), proporsi perokok pemula remaja tersebut terus meningkat yang diikuti kelompok umur 5-9 tahun yang persentasenya naik dari 0,4 persen pada tahun 2001 menjadi 1,8 persen tahun 2004," kata Prof Dr Veni Hadju, PhD, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin.
Ia mengemukakan informasi tersebut saat tampil sebagai pembicara pada pertemuan evaluasi "Leadership dan Management for Tobacco Control" yang diselenggarakan oleh Jaringan Pengendalian Dampak Tembakau Indonesia di Hotel Sahid, Makassar.
Menurut dia, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena remaja menjadi sasaran utama calon konsumen jangka panjang.
Komisi Nasional Perlindungan Anak menyebut jumlah perokok pemula anak-anak naik 45 persen. Menurut anggota Komnas Perlindungan Anak, Heri Heriansyah, di Jakarta, belum disahkannya RUU Pengendalian Dampak Tembakau oleh DPR menjadi salah satu penyebab utama melonjaknya jumlah perokok pemula ini.
Indonesia, menurut Heri, merupakan negara di Asia Tenggara yang harga rokoknya paling murah yaitu 10.000 rupiah per bungkus, sedangkan di Singapura harga rokok telah mencapai 80.000 per bungkus.
Indonesia merupakan negara yang menerapkan cukai rokok terendah nomer 2 di dunia setelah Kamboja, menyebabkan harga rokok amat terjangkau, termasuk bagi anak-anak. Selain itu, iklan rokok yang tidak diatur secara tegas, menurut Heri, juga menjadi penyebab meningkatnya jumlah perokok pemula.
Harga rokok yang amat terjangkau akibat cukai yang murah, menurut Komnas Perlindungan Anak, menjadi salah satu penyebab banyaknya perokok muda. "Strategi industri rokok adalah menggiring anak-anak untuk merokok, macho, keren, gaul. Bagi anak-anak yang dalam kondisi psikologis yang sedang mencari jati diri, ini lalu menjadi panutan," tutur Heri.
Data dari Komnas Perlindungan Anak ini menyebutkan di Indonesia terdapat 1.172 orang meninggal setiap harinya akibat merokok. Selain itu, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia memiliki jumlah perokok ketiga terbanyak di Asia, dengan sekitar 150 juta penduduknya adalah perokok.
Selain mengesahkan RUU Pengendalian Dampak Tembakau, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Laksmiati A. Hanafiah, meminta Indonesia segera meratifikasi konvensi pengendalian tembako yang sudah dilakukan oleh 108 negara. Hal ini untuk mencegah semakin meningkatkan jumlah perokok pemula di masa yang akan datang.
Pandangan Agama Buddha tentang Rokok
Rokok adalah sejenis obat penenang ringan. (obat penenang jenis berat
adalah morphin yang mampu memabukkan, membius atau membuat orang tidak
sadar). karena sifatnya yang ringan, rokok tidak termasuk barang yang
membuat lemahnya kesadaran secara berkelanjutan dalam waktu lama, apalagi
membuat hilangnya kesadaran.
Di sisi lain, rokok bersifat mencandui, yaitu membuat pengguna ketagihan,
membuat ketergantungan padanya. Mengacu pada sila kelima dalam Pancasila
buddhis, istilah 'ketagihan' ini tidak termasuk dalam cakupan sila itu,
karena, yang tersebut di sana adalah 'barang/minuman yang memabukkan'
bukan 'barang/minuman yang membuat ketagihan'.
karena ciri yang demikian ini, rokok menurut kriteria sila dalam Agama
Buddha, sehingga riskan dikategorikan sebagai benda yang menjadi objek
pelanggaran sila kelima dalam Pancasila buddhis. Waaupun secara tidak langsung, ia juga telah melanggar sila Jangan Membunuh (karena ia memberi penyakit pada orang lain di sekitarnya) dan termasuk juga tindakan bunuh diri.
Hanya saja, dalam tubuh Ajaran, Agama Buddha tidak mengajarkan tentang
sila saja. Dalam arti lain, ada ajaran-ajaran lain dalam Agama Buddha yang
bersifat lebih halus lagi. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih tinggi
bagi diri sendiri, seseorang memang sepatutnya melaksanakan Dhamma/Ajaran
Sang Buddha yang lebih halus itu. Rokok, meskipun berkadar kecil, tetap
mengandung zat penenang, yang mana kalau tidak amat diperlukan, semestinya
seseorang memilih untuk tidak menggunakannya. Lagi pula, rokok bersifat
mencandui, membuat ketergantungan padanya. Ini sedikit banyak akan
berpengaruh dalam membina diri mendapatkan manfaat bagi diri sendiri dalam
ajaran Dhamma yang lebih halus/luhur.
Namun, dalam hal ini, Agama Buddha atau Sang Buddha tidak memaksakan
ajaran-Nya untuk dilaksanakan oleh pemeluknya. Beliau sekadar membeberkan
apa yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, serta yang bermanfaat
dan yang merugikan bagi orang. Orang secara hormat, yakin, sadar, dan
bijak melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat bagi dirinya
melalui Ajaran Sang Buddha itu. Dan tentunya, itu masih didasarkan pada
tingkat kekuatan atau kemampuan dan kelegaan tiap-tiap orang.
Seseorang dalam bertekad melaksanakan Pancasila, dapat membuat tekad
dengan ketat SECARA PRIBADI (artinya: tidak menerapkannya ke orang lain),
yaitu salah satunya tidak mengkonsumsi rokok, karena bagaimanapun rokok
mengandung zat penenang ringan. Dan dalam bertekad melaksanakan Dhamma, ia
dapat menghindarinya karena tindak itu termasuk pemuasan emosi, terlebih
lagi berdampak ketagihan. Satu hal yang dianggap wajar seseorang dalam
berlatih melaksanakan Dhamma, masih harus memuaskan emosi inderawinya.
Namun, objek pemuasan emosi inderawi itu amatlah banyak ... tidak harus
rokok. Karena, selain sisi negatif seperti disebutkan di atas, rokok masih
mengandung sisi negatif lain ditinjau dari segi sosial kemasyarakatan.
Seorang Buddhis yang merokok menyatakan bahwa pembinaannya masih kurang, dan menunjukkan kemelekatan pada dunia, karena ia tetap melakukannya untuk kenikmatan pribadi walaupun mengetahui efek efek negatif dan larangan merokok. Sila, sutra, dan vinaya bersifat menunjukkan jalan, sehingga yang akhirnya memilih jalan yang akan ditempuhnya sesungguhnya manusia itu sendiri.
Sumber:
Data Konsumsi dan Prevalensi merokok Litbang
Data konsumsi Tembakau dan Prevalensi merokok Litbang
Berita tentang rokok di Liputan 6
Jumlah penduduk Indonesia berpotensi ketiga terbesar di dunia
80% Perokok Indonesia dibawah 18 tahun
Jumlah Perokok Pemula melonjak 45%
Pandangan Agama Buddha tentang Rokok
Label: tugas
Read More...
19.49
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Mars PLH
Bagi siswa siwi SMAN 8 Pekanbaru pasti sudah familiar dengan lagu ini,kan? Nah, ini adalah lirik dari Mars PLH yang sering kita nyanyikan.
karya/ciptaan Drs. Oan Hasanuddin, RO., Akp., MA.
Aransemen : F. Ilham S.Pd
Mars Pendidikan Lingkungan Hidup
SMAN 8 Pekanbaru
Tuhan ciptakan alam nan indah
Manusia penerima amanah
Wahana karya bernilai ibadah
Ambil manfaat jangan serakah
Karya agung-Nya teramat luhur
Semua makhluk hidup makmur
Amal berkah tumbuh subur
Jagat raya sujud syukur
Buma Buha Mata
Buka Mata Buka Hati
Memelihara Alam Titipan Allah
Buma Buha Mata
Buka Mata Buka Hati
Memelihara Alam Titipan Allah
Jagalah mata, jagalah hati
Ayunkan tangan, langkahkan kaki
Memelihara alam titipan Illahi
Cermin insan khalifah Fil-ardhi
Karena ulah tangan manusia
Darat dan laut rusak binasa
Warisan anak cucu tak tersisa
Bencana alam dimana-mana
Buma Buha Mata
Buka Mata Buka Hati
Memelihara Alam Titipan Allah
Buma Buha Mata
Buka Mata Buka Hati
Memelihara Alam Titipan Allah
Jagalah mata, jagalah hati
Ayunkan tangan, langkahkan kaki
Memelihara alam titipan Illahi
Cermin insan khalifah Fil-ardhi
Jiwa siswa SMA delapan
Dan pendidikan lingkungan hidup
Ecological Youth Environment Source
Siswa peduli lingkungan hidup
Cermin insan khalifah Fil-ardhiLabel: plh
Read More...
20.56
posted by Lisa Santika Onggrid
|
Intro
Selamat datang semuanya. Blog ini saya buat sebagai pemenuhan tugas PLH. Link navigasi mungkin belum semuanya aktif, karena template sedang dalam pengerjaan. Layer yang bertumpuk akan segera diperbaiki.
terima kasih;)Label: admin's words
Read More...
19.40
posted by Lisa Santika Onggrid
|
|
|
|
 |
|
|
 |
|
Link menuju tugas karya nyata
saya. Daftar Karya Nyata yang sudah selesai:The Lone Tree Celestial Burial Mother Ocean When I close My Eyes River's Tale Chain of Karma World in Their Eyes I Wish Kehancuran Green Future
|
|
 |
|
|
Profil saya->
Blog PLH Smandel->
Arsip Blog->
Chat-Follow->
Profil Abi Oan->
Blog ini akan berisi tugas tugas dan hasil karya saya untuk mata pelajaran PLH. Silahkan gunakan bar navigasi yang ada untuk berkeliling. semoga para pengunjung
dapat memberikan saran saran untuk perbaikan blog ini dengan meninggalkan komentar atau mengisi chatbox yang tersedia.
Template saya buat dengan Notepad,Dreamweaver, dan Photoshop, dengan gambar bumi dari Google dan layout dasar dari Wings of An Angel.
Kenapa saya meletakkan bar ini di samping sehingga harus discroll dulu? Ini untuk memberi pilihan jika seandainya anda tidak ingin melihat bar ini
dan hanya berkonsentrasi pada konten anda bisa dengan mudah melakukannya.
Saya adalah seorang pelajar di SMAN 8 Pekanbaru-kelas XI IIA 3
Abi Oan Hasanuddin adalah seorang guru berpengalaman yang kini mengasuh mata pelajaran PLH setelah sebelumnya mengajar Biologi. Beliau sangat perhatian akan masalah masalah lingkungan dan mengajar Pendidikan Lingkungan Hidup dengan teknik aplikasi nyata dan bukan teori semata. Abi Oan juga berminat pada dunia medis dan memiliki usaha Rumah Sehat Syifa Budi, sebuah pusat pelatihan dan praktik Akupuntur, teknik penyembuhan dari Cina yang sudah terbukti efektif.
Abi Oan Hasanuddin juga pernah memenangkan penghargaan guru berprestasi tingkat nasional.
Hasil karya siswa siswi asuhan Abi Oan dapat dilihat di Blogger maupun Youtube.
|